Home / Urban Farming

Jumat, 25 November 2022 - 19:41 WIB

Cara Menanam Cabai Merah Hidroponik, Bisa Pakai Botol Bekas

Ilustrasi cabai merah hidroponik (PIXABAY/pixel2013)

Ilustrasi cabai merah hidroponik (PIXABAY/pixel2013)

Cabai merah merupakan sayuran yang sering kita gunakan sebagai bumbu memasak. Rasa pedasnya menambah kenikmatan setiap masakan dan menggugah selera. Cara menanam cabai merah hidroponik ternyata cukup mudah.

Hidroponik ialah sistem bercocok tanam tanpa media tanah. Tanaman hidroponik akan lebih mudah menyerap nutrisi daripada tanaman yang ditanam di media tanah. Oleh karenanya, tanaman hidroponik pertumbuhannya lebih cepat, hasil panen lebih banyak daripada penanaman di media tanah.

Bagi Anda pecinta cabai merah dan hobi berkebun, tidak ada salahnya untuk mencoba menanam cabai merah metode hidroponik. Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Menanam Cabai Merah Hidroponik

cara menanam cabai merah
Ilustrasi menanam cabai merah (Pixabay)

Metode hidroponik ada bermacam-macam. Namun, artikel ini kita akan menjelaskan cara menanam cabai merah hidroponik wick system. Caranya cukup mudah, minim penggunaan lahan, dan dapat menggunakan botol bekas. Langkah-langkahnya yakni:

1. Penyiapan benih

Pilihlah benih cabai yang tidak cacat, bentuk seragam, dan tenggelam di air. Sebelum digunakan untuk penyemaian, benih cabai merah direndam dahulu dalam air hangat (37oC-50 oC) selama 24 jam.

2. Penyemaian

Selanjutnya, tandai rockwool dengan pena dengan ukuran 2 cm x 2 cm. Potong rockwool sesuai garis pembatas sehingga berbentuk kubus. Lubangi rockwool dengan tusuk gigi sedalam 1 cm. Letakkan rockwool di atas nampan dan masukkan benih cabai ke lubang semai. Tempatkan nampan berisi rockwool tersebut di tempat kering dan terkena sinar matahari. Bila daun cabai sudah mencapai 4 buah yakni 2 daun lembaga dan 2 daun sejati, maka cabai sudah siap dipindahkan ke sistem hidroponik.

Baca Juga  Kapan Waktu Terbaik untuk Menyiram Sayuran? Ini Penjelasannya

3. Persiapan Instalasi dan Media Tanam

Gambar 1. Ilustrasi instalasi wick system

Potong botol bekas air mineral ukuran 1,5 L menjadi 2 bagian. Lubangilah bagian atas (daerah leher botol) untuk pemasangan sumbu dan aliran udara. Masukkan bagian atas botol ke bagian bawah botol dengan posisi terbalik. Lalu, pasanglah sumbu kain flannel hingga menjuntai sampai ke bagian bawah botol. Bagian atas botol untuk tempat tanaman sedangkan bagian bawah sebagai wadah nutrisi.

Buat media tanam dengan mencampur cocopeat dan arang sekam dengan perbandingan 1:1 lalu aduk secara merata. Masukkan media tanam ke dalam botol yang telah dipasang sumbu / kain flannel.

4. Transplantasi dan Penanaman

Pada tahap ini, Anda perlu menyortir bibit yang telah disemai. Pilih bibit yang tidak kurus, tinggi, langsing. Cabut bibit dari rockwool secara hati-hati. Tanam bibit cabai merah ke dalam instalasi. Siram dengan larutan nutrisi hingga larutan memenuhi bagian bawah botol dan sumbu tergenang. Taruh instalasi berisi tanaman di halaman rumah yang terkena sinar matahari.

5. Pemberian Nutrisi

Berilah nutrisi AB mix pada tanaman cabai merah hidroponik, biasanya nutrisi tersedia di toko pertanian. Kepekatan nutrisi cabai merah sekitar 1300 ppm sebelum muncul bunga dan 2000 ppm setelah berbunga, serta 3600 ppm setelah berbuah. Secara berkala periksalah volume larutan nutrisi, pastikan sumbu / kain flannel selalu terendam larutan nutrisi, serta aduk larutan nutrisi supaya tidak mengendap.

cara menanam cabai merah di pot
Ilustrasi menanam cabai merah di rumah (Pixabay/JillWellington)

6. Perompesan

Perompesan adalah memangkas beberapa tunas liar tidak produktif yang tumbuh di ketiak-ketiak daun. Tunas liar tersebut akan menghambat pertumbuhan tanaman cabai merah. Lakukan perompesan setelah tanaman berumur 7-20 hari pasca tanam. Hentikan perompesan saat tumbuh cabang baru. Akan tetapi, perompesan kembali dilakukan setelah tanaman pertama kali berbunga.

Baca Juga  Cara Menanam Labu Siam Di Lahan, Mudah dan Menguntungkan

7. Penanganan Hama dan Penyakit

Beberapa hama yang sering menyerang tanaman cabai merah antara lain ular grayak, kutu daun, lalat buah, dan tungau. Pemberantasan hama menggunakan insektisida atau pengendalian mekanis.

Selain hama, tanaman cabai merah juga dapat terkena penyakit seperti patek, layu fusarium, keriting daun, dan lainnya. Penanganan dapat dilakukan dengan pemberian fungisida atau mencabut tanaman yang terkena penyakit supaya tidak menular ke tanaman cabai merah lainnya.

8. Panen

Tanaman cabai merah hidroponik akan berbuah dan dapat dipanen setelah berumur 2-3 bulan pasca tanam. Masa terbaik memanen cabai merah yakni saat warna buah belum merah sepenuhnya atau masih agak kehijauan. Panenlah saat pagi hari sebelum embun mengering.

Kini Anda sudah tahu cara menanam cabai merah hidroponik menggunakan botol bekas dengan mudah.

Referensi

Moesa, Z. 2016. Hidroponik Kreatif, Membangun Instalasi Unik Menggunakan Barang Bekas. Jakarta Selatan: Agromedia Pustaka.

Setiawan, Hendra. 2017. Kita Sukses Budidaya Tanaman Cabai Hidroponik. Yogyakarta: Bio Genesis.

Share :

Baca Juga

sejarah hidroponik di Indonesia

Urban Farming

Sejarah Hidroponik di Indonesia, Sudah Ada Sejak 1970an
Cara Menanam Semangka Hidroponik

Urban Farming

Cara Menanam Semangka Hidroponik untuk Hasil Lebih Optimal
Cara menanam timun hidroponik

Urban Farming

Cara Menanam Timun Hidroponik Lengkap untuk Pemula
media tanam hidroponik

Urban Farming

7 Media Tanam Hidroponik, Apa Saja?
Cara menanam vertikultur

Urban Farming

Cara Menanam Vertikultur Solusi Lahan Sempit di Perkotaan
Cara Menanam Tomat Hidroponik

Urban Farming

Cara Menanam Tomat Hidroponik yang Menguntungkan
Cara Merawat Tanaman Hdroponik

Urban Farming

Cara Merawat Tanaman Hidroponik Mudah dan Efektif
cara menanam caisim hidroponik

Urban Farming

Mudah, Ini Cara Menanam Caisim Hidroponik di Lahan